Sains dan Teknologi

Dunia Sains dan Teknologi Berubah Akibat Adanya Covid-19

Segala aktivitas sempat lumpuh akibat dari adanya Virus Corona atau Covid-19 ini. Dimana Pandemi dari Virus ini benar-benar membawa sebuah prediksi menjadi kenyataan terhadap perubahan dari kehidupan manusia selama-lamanya. Bisa saja memang benar, mulai dari sekarang kita sebagai manusia harus hidup berdampingan dengan virus jahat yang satu ini. Baru saja kembali merasakan new Normal dalam beberapa bulan sebelum adanya pergantian tahun dari 2020 menjadi 2021, malah justru sudah adanya gerakan PSBB kembali oleh pemerintah yang ada di Indonesia dari yang tadinya hanya sampai 8 Januari, diperpanjang mulai kawasan Jawa hingga Bali sampai dengan tanggal 25 Januari mendatang. 

Selain itu, sudah sebanyak 34 Pakar dari berbagai ilmu di bi berbagai Bidang seperti Sains dan Teknologi dimintai adanya pendapat maupun analitis dari Majalah Politik Online Amerika yang telah dikutip langsung oleh sumber inet.detik.com. Salah satu bidang yang memang berkaitan serta ingin dikupas dari segi Sains dan Teknologi. 

Pertanyaan dari bagaimana adanya Virus Corona ini tak hanya mampu melumpuhkan aktivitas manusia, namun membawa perubahan bagi dunia Sains dan Teknologi pada permainan kehidupan dunia digital manusia kedepannya. Seperti yang sudah dilansir oleh situs inet.detik.com, terdapat beberapa pakar ilmu Sinas dan ilmu Teknologi ini angkat bicara atas perubahan yang terjadi di dalam bidang mereka masing-masing. 

Aturan Menahan Cara Online Justru Akan Hancur 

Masih saja ada beberapa aturan yang mana mencegah pada prosedur dan juga mekanisme dalam bidang kehidupan bermasyarakat agar nantinya tidak dilakukan dengan basis online. Misalnya dari jenis : Tagihan Bulanan – pada Aturan Birokrasi dan berbagai macam hal lainnya. Namun menurut dari Pemred majalah Reason yang bernama Katherine Mangu Ward, bahwa untuk wabah dari virus corona sendiri tidak akan membuat orang bisa beralih pada bidang Online. 

Aturan-aturan Birokrasi ini yang selalu saja meminta untuk melaksanakan adanya tatap muka antara masyarakat dengan pemerintah atau pada beberapa pihak tertentu yang memang sudah tidak bisa ditahan lagi. Salah satunya yang selalu diincar adalah sistem dari Sekolah Tatap Muka. Homeschooling maupun E-Learning selama ini masih saja terbentur atas masalah Birokrasi. Dengan adanya dari wabah ini, tentu sudah tidak menjadi alasan kembali untuk bisa menahan Pendidikan dengan Jarak Jauh. disini sejumlah layanan publik dari pemerintah pada akhirnya bisa dibuat secara Online di beberapa negaranya. 

Perkembangan Dunia Teknologi Jauh lebih Pesat 

Bisa dikatakan kehidupan Digital di tahun-tahun ini dan tahun mendatang akan menjadi sebuah kehidupan yang sehat. Orang-orang yang lebih sering menghabiskan waktu bersama Smartphonenya, sudah mulai memiliki pikiran dalam mencari manfaat jauh lebih baik. Beberapa contohnya pemain Cello Yo-Yo Ma sebelumnya sudah membuat postingan atas konser harian bagi semua para netizen. 

Disini penyanyi dari Broadway Laura tampaknya telah berhenti untuk bisa meminta penampil musik di Sekolah yang emmang batal untuk ditampilkan, sudah mengirimkan pertunjukannya kepada dirinya. Banyak sudah pakar Yoga yang telah memberikan adanya kelas berbasis online secara Gratis dan berbagai macam jenis lainnya. Jika memang hal ini ingin dilanjutkan, maak kehidupan dari manusia akan mewariskan adanya kebiasaan kebudayaan baru yang masih masuk tahapan positif. 

Penggunaan dari Virtual Reality Semakin Populer 

Menurut dari Presiden Vassar College yang bernama Elizabeth Bradley sudah mengatakan adanya virtual Reality ini akan semakin mudah mendapatkan tempat dihati orang-orang. Hal ini dirasa sangat logis sekali, ketika kalian diisolasi – lalu dikarantina secara mandiri, maka kehadiran dari VR akan mampu menawarkan ke kalian semua sebuah pengalaman pergi ke tempat lain secara Virtual. 

Disini Elizabeth juga sudah membayangkan bahwa VR sendiri akan berkembang untuk bisa membantu orang dalam melakukan sosialisasi dan bisa membantu kesehatan dari mental orang yang akan melakukan negosiasi diri. Seperti dengan adanya perangkat VR, kalian bisa berjumpa dengan orang-orang yang ada di ruang kelas atau sebuah pertemuan dengan adanya warga virtual dan ini bisa memberikan hal positif secara psikologis. 

Akan Menjadi Kebangkitan dari Telemedicine 

Disini kepala Departemen dari etika kedokteran dan juga kebijakan kesehatan universitas Pennsylvania bernama Ezekiel J Emanuel berpendapat bahwa, wabah corona ini bisa saja menjadi awal dari kebangkitan Telemedicine. Yakni adanya Klinik Remote untuk menggantikan Klinik Konvensional yang mana akan kewalahan dalam menghadapi pandemi corona itu sendiri. 

Disini sang pasien juga bisa menjaga diri dalam lingkungan yang memang sudah terkendali sekali, namun masih bisa untuk melakukan adanya gerakan Video Call dengan sang dokter. Tanpa haru benar-benar bisa menunggu adanya di ruang tunggu dan jauh dari pasien lain yang mana nantinya bisa saja saling menulari satu sama lainnya bahkan bisa sama-sama kritis. 

Berbagai aplikasi dokter saat ini bisa kalian temui dengan menawarkan Jasa Konsultasi Online dengan keseluruhan dari Dokter yang memiliki sertifikasi asli. Resep serta obat juga bisa dilakukan dengan cara dikirim melalui kurir. Kekurangannya mungkin saja si Dokter ini tidak bisa memberikan langsung adanya sang pasien. 

Sains Mulai Diagungkan atau Dijadikan Dewa Kembali 

Sonja Traus selaku Direktur YIMBY Law atau Hukum telah mengatakan bahwa, dunia Sains sempat mengalami sebuah degradasi di masa sekarang ini. Definisi atas kebenaran ini memang menjadi sangat amat politis, semua bergantung pada kekuatan politik tertentu. Ada saja orang-orang yang memang percaya jika bumi ini datar dibandingkan Astronomi yang sesungguhnya. Pada situasi awal inilah, kehadiran dari Virus Corona akan dituduh sebagai bagian dari Konspirasi Politik dan kalian juga merasakan hal tersebut bukan ? 

Namun ketika nantinya wabah Corona ini semakin menjadi-jadi, pada akhirnya orang-orang akan berbondong-bondong ingin kembali kepada Sains yang sesungguhnya. Mereka akan meminta kembali kepada riset Ilmu Pengetahuan sejati. Apa yang memang telah dilakukan oleh para Ilmuwan mengenai Apa itu Teori Kuman dan belajar juga mengenai Grafik Exponential Growth mengenai adanya orang yang telah positif Corona bisa saja meledak jumlahnya. 

Selain itu, Sonja juga sudah memprediksikan adanya 35 tahun ke depan, orang-orang bisa saja kembali menghargai adanya kepakaran para Ilmuwan yang memang khususnya ada di bidang kesehatan masyarakat dan juga epidemi. Sisanya masih mengikuti seperti halnya terdapat Senja dikala melakukan Social Justice Warrior hingga Pemerintahan juga ikut menerapkan adanya budaya Virtual dalam jangka waktu yang tidak bisa diperkirakan. 

Semoga dengan apa yang kami sampaikan diatas ini, mampu membuka pikiran kalian semua. Bagaimana rasanya bertatap muka dengan orang yang kita kenal – bertatap muka dengan para pedagang dan lainnya menjadi salah satu yang dikangenin selama 1 tahun ini. Untuk tidak merubah banyaknya dunia Sains dan Teknologi ini semakin cepat, mari kita sadar sementara waktu lebih baik kalian mengantisipasi tidak bertemu dengan banyak orang jika memang tidak terlalu penting, agar kiranya wabah ini cepat berlalu. Terima Kasih..