Perbedaan Pseudosains

Tahukah Anda Perbedaan Sains dengan Pseudosains ?

Apakah kalian pernah mendengar atau membahas seputaran Pseudosains ? …. Nah sebenarnya dari sini ada yang mengerti apa maksud dari Pseudosains ? kebetulan sekali nih, kali ini kita akan langsung membahas perbedaan mendasar antara Sains dan Pseudosains. Nah pembahasan ini bisa saja dibutuhkan dalam menambah wawasan kita dalam mengenai pemahaman yang akan mampu pada pembatasan pseudosains itu sendiri. Daripada penasaran, maka caritahu nih perbedaan apa saja yang mendasar dalam perbedaan Sains dan Pseudosains itu sendiri ! 

Pseudosains dan Sains Memiliki Arti Berbeda Secara Mutlak 

Dikutip dari Sains yang diterbitkan oleh Cambridge University, bahwa Sains ini mampu diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dengan melalui Studi Cermat mengenai adanya struktur dan perilaku objek Fisik di alam semesta dengan cara mengamati – lalu meneliti – mengukur – lalu melakukan eksperimen dan bisa mengembangkan model, lalu hipotesis, teori maupun hukum bagi sebuah kesimpulan eksak. 

Dalam perkembangannya, Sains juga bisa menggambarkan hasil dari sebuah penelitian empiris yang berkaitan dengan ilmu terapan yang ada, lalu teknologi, ilmu alam dasar dan segala macam hal yang ada di alam semesta yang sudah berkaitan dengan fakta-fakta empiris. Sains juga akan selalu fokus pada nalar, pada logika dan alur berpikir yang membentuk sebuah kerangka Ilmiah untuk bisa menjelaskan sesuatu. 

Lantas bagaimana dengan dasar dari Pseudosains ? sebenarnya masih dalam laman Cambridge University yang kami kutip pada situs idntimes.com, Pseudosains mampu diartikan sebagai sebuah sistem pemikiran maupun teori yang akan langsung dibuat dengan tidak berdasarkan pada kaidah-kaidah Ilmiah. Dengan kata lain, Pseudosains menjadi bentuk atas penjabaran akan sesuatu yang tidak logis dan jauh dari Rasionalitas. 

Jadi dari kedua makna yang sudah kami jelaskan diatas ini, maka kalian sudah harus bisa mengerti bahwa dunia Sains dan dunia Pseudosains ini sangat amat beragam. Bahkan terdapat perbedaan yang sangat mutlak. Dimana untuk Sains akan selalu mengedepankan nalar dan juga logika. Namun untuk Pseudosains justru akan jauh lebih sering dengan mengedepankan Takhayul yang mungkin tidak bisa dipertanggung jawabkan atas kebenaran yang ada. 

Sains dan Pseudosains Tidak Memiliki Korelasi 

Banyak sudah orang awam sudah sering salah paham dan menyamakan keduanya menjadi satu sebagai bagian yang memang sama. Bahkan disini ada banyak orang yang mengatakan bahwa Pseudosains menjadi cabang langsung dari Sains. Dan ini sudah masuk ke dalam pernyataan yang menyesatkan karena secara mendasar, Pseudosains bukanlah cabang keilmuan dari Sains. 

Sayangnya, disini ada banyak sekali Pseudosains di dunia ini sudah terlanjur dipercaya begitu saja oleh banyak kalangan. Padahal secara hakikatnya, Pseudosains jelas-jelas sudah menjadi ancaman bagi Ilmu pengetahuan secara nyata. Ilmu semu tersebut terkadang terang-terangan dianggap sebagai ilmu eksak padahal tidak berpijak langsung pada Sains sama sekali. 

Nah secara garis besar, Sains sendiri sudah memiliki beberapa cabang seperti halnya Biologi – Fisika – Kimia – Medis Astronomi – ada juga Ilmu Bumi – Sejarah – Antropologi dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah dalam hal ini sudah ditegaskan langsung bahwa Pseudosains bukan masuk menjadi cabang ilmu Sains. Mungkin disini ada persamaan nama atau penyebutan yang membuat kesalahpahaman ini terus terjadi di dunia akademik. 

Lalu jenis-jenis dari Pseudosains juga sangat amat banyak, seperti halnya Bumi Datar; lalu untuk Konspirasi; ada juga Feng Shui; sampai dengan ilmu mengenai UFO atau tentang Alien; lalu Santet dan Pelet. Dimana ada pembahasan ilmu-ilmu tentang makhluk Gaib, lalu Takhayul, dan segala hal yang langsung dipelajari tanpa adanya pijakan Studi dan Penelitian Ilmiah. Termasuk di dalamnya sendiri mengenai pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan Fenomena Supernatural dan ini termasuk pada Pseudosains. 

Bahkan di dalam jurnal African Health Sciences yang diterbitkan dalam laman NCBI, Dikatakan juga bahwa Pseudosains banyak dipercaya oleh orang-orang yang sudah tidak lagi percaya dengan ilmu medis secara umum. Biasanya hal ini akan terjadi di negara-negara yang kurang berkembang seperti beberapa negara di Afrika yang masih saja kental dengan takhayul. 

Awal Mula adanya Perbedaan Sains dan Pseudosains 

Lalu pada dasarnya, Sains sendiri berawal atas rasa keingintahuan manusia dan dengan itu manusia bisa melakukan Studi, melakukan penelitian hingga melakukan Pengamatan mengenai apa yang memang ingin mereka ketahui jauh lebih dalam. Sebagai contoh : dulunya ada penyakit cacar yang pernah dianggap sebagai kutukan dari penyihir. Namun, Sains sendiri akan masuk dan akan bisa mempelajari secara empiris, didapatkan pula fakta dari cacar ini menjadi sebuah penyakit atau infeksi yang disebabkan langsung oleh virus. 

Jika Sains memiliki awal dari Studi sampai dengan penelitian Ilmiahnya, maka untuk Pseudosains ini akan berbeda. Dimana dalam hal ini Pseudosains akan langsung banyak melibatkan gagasan personal dan anggapan pribadi yang mampu menggiring opini ke arah yang menyesatkan. Contohnya : infeksi cacar itu tadi, jika Sains sudah menganggapnya sebagai infeksi virus, maka Pseudosains akan menganggapnya sebagai kutukan nyata ! 

Rupanya dari perbedaan mendasar di awal ini keduanya berhasil dalam menghasilkan sebuah kesimpulan akhir yang sangat berbeda-beda pula. Perbedaan kesimpulan inilah yang tidak bisa menyatukan akan keduanya. Bagaimanapun itu, Sains dan Pseudosains tidak akan bisa disatukan dikarenakan memiliki prinsip yang berbeda-beda satu sama lain. 

Perbedaan atas Sudut Pandang Sains dengan Pseudosains 

Jelas-jelas ini berbeda pastinya. Dimana dalam dunia Sains, Ilmuwan dan juga para Akademisi biasanya memiliki pola pikir yang terarah dan menuntut langsung akan suatu pembuktian empirisnya. Pembuktian dari Sains ini harus saja dilakukan secara berulang-ulang sampai bisa menyimpulkan sebuah gagasan Hipotesis atau Teori yang mana bisa saja dianggap benar. 

Sedangkan dalam dunia Pseudosains, sudut pandang yang bisa digunakan akan cenderung pada gagasan pribadi yang sulit sekali untuk dibuktikan kebenarannya. Misalnya saja pada mitos mengenai keberadaan makhluk-makhluk mitologi. Nah untuk Sains, jika keberadaan mereka bisa saja dibuktikan secara empiris, maka Sains akan langsung menganggap mereka ini ada. Namun jika kalian tidak bisa dibuktikan, maka keberadaan mereka masih saja sebatas gagasan semu. 

Sayang sekali, dalam dunia Pseudosains segala hal yang berkaitan dengan gagasan semu tersebut seringkali dianggap sebagai kebenaran mutlak. Terkadang tanpa berpikir panjang mereka akan mengulas dengan adanya bahasa yang seolah-olah ilmiah mengenai makhluk Yeti, Makhluk Alien, Makhluk Naga terbang dan masih banyak lagi yang lainnya dan tidak pernah dibuktikan adanya fosil-fosil tersebut. 

Scientific American mencatat sudah garis pemisah yang sangat amat tegas memisahkan antara Sains dengan Pseudosains menjadi sebuah sudut pandang yang melibatkan gagasan. Jika gagasan dari Sains selalu saja disertai dengan Studi dan penelitian Ilmiah, lain halnya dengan gagasan Pseudosains yang mengarah pada dugaan pribadi yang cenderung Absurd dan juga bias. 

Selain itu, ada juga perbedaan atas jenis Sampel Data yang mana nantinya akan mempengaruhi hasil studi yang akan dilakukan. Hasil dari kesimpulan yang didapatkan juga akan sangat amat berbeda. Dan itulah sebabnya keduanya akan tetap saja berdiri pada sisi masing-masing yang saling saja berseberangan satu sama lain. Jadi cukup jelas ya, perbedaan Sains dengan Pseudosains itu sendiri.