Penemuan sains

Penemuan Sains Terbesar Setahun Terakhir

Ilmuwan yang ada di seluruh dunia selama setahun terakhir ini tampaknya sudah sangat sibuk dengan berbagai macam proyek sains mereka. Mulai dari menyingkirkan gen yang buruk dari garis keturunan sebuah keluarga, sampai dengan menemukan tidak hanya satu tapi tujuh planet seukuran bumi yang ada di sekitar satu buah bintang, sampai dengan menggali otak dinosaurus. Seiring dengan Australia yang mengadakan sebuah Pekan Ilmiah Nasional atau yang dikenal juga dengan nama National Science Week yakni sebuah perayaan dari peran dan pencapaian sains dan juga teknologi yang dirayakan yaitu setiap tanggal 12-20 Agustus pada setiap tahunnya.

Penemuan Sains Terbesar Setahun Terakhir

Sejumlah penemuan sekarang ini terus dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Para ilmuwan juga masih mengembangkan dan juga mereset berbagai metode sains. Mereka juga sedang mencari tahu tentang berbagai objek-objek yang menurut mereka masih menjadi misteri di dalam ilmu pengetahuan. Mari kita lihat berbagai macam penemuan dan cerita besar dalam penemuan sain tahun ini. Berikut ini adalah beberapa penemuan sains terbesar setahun terakhir ini. Penemuan-penemuan besar tersebut juga mengubah pemahaman kita tentang link sbobet dan alam semesta yang ada.

Gambar terdekat Planet Saturnus oleh Pesawat Cassini

Gambar dari atmosfer di planet Saturnus yang belum lama ini berhasil diambil oleh pesawat luar angkasa, yaitu NASA Cassini. Kita tentunya masih harus menunggu sebelum pesawat luar angkasa Cassini milik NASA, melakukan sebuah misi pamungkasnya yakni dengan cara menabrakkan dirinya ke planet Saturnus. Tapi pesawat luar angkasa kecil tersebut untuk pertama kalinya melintasi gap atau sebuah jarak yang terdapat diantara planet Saturnus dan juga cincin terdalamnya.

Cassini saat itu berhasil mengirim kembali sejumlah gambar dari jarak terdekat mereka dengan atmosfer di planet Saturnus yang menunjukkan rincian dari yang belum pernah ada sebelumnya. Termasuk juga dengan badai raksasa yang berputar-putar. Cassini saat itu melintasi 3.000 kilometer di atas puncak awan tertinggi Saturnus. Karena pada saat itu instrumennya mencatat sebuah informasi baru, tentang planet yang dikelilingi oleh cincin tersebut.

Sementara itu, Satelit pemantau planet Juno milik NASA, yang pada saat itu mengorbit di planet terbesar dalam tata surya yang berjuluk The Giant Jupiter, sudah berhasil mencapai posisi terdekat dengan pelanet tersebut. Hal tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sebuah misi, misi tersebut menjadi misi bersejarah di Great Red Spot planet yang terjadi pada bulan juli 2017.

Para ilmuwan sangat tertarik mengetahui apa yang terdapat pada bagian bawah lapisan atas Great Red Spot, yang merupakan pusaran badai seluas 16.000 kilometer dan termasuk juga dengan bukti-bukti adanya petir di Planet Jupiter yang bisa menunjukkan keberadaan dari awan air.

Gunung Es terlepas ke Benua Antartika

Para peneliti memang sudah memantau mengenai lempeng es Larsen C yang berada di Antartika selama beberapa waktu. Namun pada akhirnya di tahun 2016 lalu terjadi sebuah retakan sepanjang 18 kilometer. Dan kemudian bagian terakhir dari retakan tersebut terpisah dari lempeng es tersebut di Antartika. Itu juga menyebabkan terlepasnya sebuah gunung es dengan berat 1 triliun ton dan berukuran 5.800 kilometer persegi, gunung tersebut juga menjadi gunung es terbesar yang pernah tercatat.

Gunung es tersebut memang mengapung sebelum pada akhirnya terlepas, sehingga tidak ada dampak secara langsung pada permukaan laut. Namun terlepasnya gunung tersebut telah meninggalkan kawasan lempeng es Larsen C yang sekarang ini sudah berkurang lebih dari 12 persen. Perpisahan besar tersebut menunjukkan sebuah akselerasi dramatis dari gletser yang ada di belakangnya.

Sejarah manusia di Australia

Penggalian yang dilakukan di tempat penampungan batu di dekat Taman Nasional Kakadu, menunjukkan jika manusia berhasil mencapai daratan Australia yaitu setidaknya 65.000 tahun yang lalu. Tentu saja 18.000 tahun lebih awal dibandingkan dengan perkiraan yang pertama. Temuan ini menjadi penting karena dapat membantu mendefinisikan kembali pemahaman kita semua saat spesies manusia pertama kali ada dan meninggalkan Afrika. Diantara temuan yang berhasil digali tersebut, terdapat juga sebuah kapak dengan tepi tumpul tertua di dunia.

Secara terpisah, para peneliti kemudian juga berhasil menyelesaikan sebuah studi dari genomik yang paling komprehensif terhadap Penduduk Asli dari Australia yang pernah dilakukan sampai saat ini. Studi ini juga yang kemudian mengungkapkan, jika manusia modern adalah keturunan dari satu gelombang pendatang yang saat itu pergi meninggalkan Afrika sekitar 72.000 tahun yang lalu.

Temuan ini juga menegaskan warga dari suku Aborigin Australia modern adalah keturunan dari orang pertama yang telah tinggal di Australia. Sebuah klaim yang sebelumnya menjadi sebuah bahan perdebatan.

CRISPR Bantu Hapus Gen Bermasalah

Sampai saat ini, pencapaian dan juga penemuan ini mungkin memang masih terbatas pada sebuah hasil penelitian di laboratorium saja. Namun para ilmuwan sudah berhasil untuk menggunakan alat pengedit gen CRISPR untuk dapat memperbaiki gen yang menyebabkan penyakit pada embrio manusia dengan cara aman.

Para peneliti yang menyuntikkan sel telur manusia dengan sel sperma dari pasien yang memiliki gangguan jantung bawaan, dan pada saat bersamaan mereka juga mengirim sperma versi CRISPR yang sudah diprogram untuk dapat menemukan gen tersebut dan kemudian membuangnya. Teknik baru, yang berfokus pada intervensi ini, cukup sukses. Suatu hari nanti kemungkinan ilmuwan untuk dapat menghapus sebuah penyakit dari garis keturunan tersebut dapat dilakukan.

Tapi gangguan pada gen ini nantinya bisa saja menjadi sebuah kontroversial, dimana sejumlah peneliti juga mengkhawatirkan tentang ancaman mutasi yang nantinya tidak diinginkan. Teknik ini juga akan menimbulkan masalah kode etik mengenai pemilihan dan pengeditan gen yang bisa dilakukan untuk dapat menciptakan sebuah ‘bayi yang dirancang’ .

Pulau Terpencil di Dunia Tempat Pembuangan Sampah

Pantai di Pulau Henderson, yang berada di luar Amerika Selatan, diperkirakan telah berisi sekitar 37,7 juta item sampah dari serpihan puing-puing limbah yang kebanyakan terdiri dari berbagai limbah plastik rumah tangga dan memiliki kepadatan sampah plastik tertinggi di dunia.

Ini bukanlah sebuah penemuan ilmiah yang harus di banggakan, Peneliti asal Australia, Dr Jennifer Lavers ia mengatakan bahwa dia sangat kecewa dengan temuannya dan kemudian menyebutnya sebagai peringatan bagi dunia bahwa sebenarnya polusi plastik sama seriusnya dengan ancaman kemanusiaan seperti halnya perubahan iklim.

Pada tahun 2014, dunia dicatat telah menghasilkan 311 juta ton plastik untuk per tahunnya. Dr Lavers mengatakan akumulasi sampah plastik yang ada di Pulau Henderson itu merupakan plastik yang dihasilkan dalam waktu 1,98 detik dari total produksi sampah plastik yang ada di dunia.

Demikian itulah beberapa penemuan sains terbesar yang terjadi belum lama ini. Penemuan-penemuan tentang sains tentunya menjadi sebuah hal yang selalu mendapatkan banyak perhatian. Dengan berbagai macam penemuan sains yang terjadi, tentunya pandangan kita terhadap dunia sedikit demi sedikit akan berubah.