Mengenai Sains Dari Usia Dini

Banyak hal bisa dipelajari oleh anak sejak masa kecilnya, bahkan hingga di usia yang masing sangat dini. Maka dari itu banyak penelitian yang mengatakan bahwa usia anak yang masih sangat dini menjadi masa terbaik bagi proses belajarnya. Banyak hal dianggap penting untuk bisa diajarkan kepada anak sejak usianya yang masih sangat muda dan belum mampu mempelajari tingkat pelajaran yang sulit. Namun sayangnya banyak kesalahan kerap dilakukan oleh guru atau pihak orang tua dalam mengajar anak tersebut. Banyak guru yang justru menjadi sangat galak kepada anak-anaknya yang masih sangat kecil dan tidak mengetahui kesalahan yang diperbuatnya. Selain itu orang tua juga sering untuk terlalu bersikap begitu memanjakan anak-anaknya, atas dasar akan rasa sayang.

Padahal sains itu sendiri dianggap sebagai salah satu materi pelajaran dasar yang penting dan perlu untuk diajarkan kepada para anak-anak sebelum ia beranjak dewasa. Materi ilmu sains yang diajarkan tentu harus disesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh anak. Tidak semerta-merta untuk membuatnya menjadi jauh lebih pandai mengajarkan ilmu yang sulit melebihi usia standard anak dapat menerimanya. Oleh karena itu untuk lebih bisa mengetahui cara mengajarkan sains dengan baik bagi anak usia dini, mari kita simak pembahasan artikel di bawah ini.

Metode Belajar Sains Sejak Usia Dini

Aneka pelajaran bisa dipelajari dari usia muda seorang anak. Sebelum anak tersebut sanggup untuk mempelajari akan banyak hal, pikirannya akan menjadi segar dan siap untuk menerima banyak hal lain di masa depannya kelak. Sains menjadi penting untuk bisa dipelajari salah satunya karena lebih mendorong otak manusia untuk lebih mempersiapkan banyak ilmu lain untuk diterima. Tidak perlu takut hal ini akan menyulitkan bagi anak tersebut. Tentunya materi pengajaran yang diberikan juga harus sesuai dengan tingkat kesiapan anak tersebut.

Menjadi suatu hal yang jarang ditemukan atau tidak mungkin jika anak usia balita akan diajarkan pelajaran sains yang lebih mendalam seperti contohnya tekanan listrik yang dihasilkan oleh dinamo berkekuatan besar yang umumnya baru akan dipelajari untuk tingkat pelajar yang lebih lanjut. Aneka pelajaran seputar sains bisa dikerjakan secara sederhana menjalani aktivitas yang berkaitan dengan sains contohnya matematika bagi anak-anak usia dini, seperti contohnya berhitung, mengelompokkan benda, serta mengurutkan kelompok benda dengan jenis tertentu menjadi terurut.

Pengajaran akan sains sederhana sejak usia muda ini juga memberi rangsangan yang baik dalam seputar pendidikan sederhana bagi anak, untuk membantu pertumbuhan daya pikir agar menjadi lebih kritis dalam menanggapi segala sesuatu yang ditemuinya, serta bagi perkembangan jasmaninya.

 

Mengapa Sains Dianggap Penting

Sains dianggap menjadi salah satu pelajaran yang penting untuk diajarkan bagi anak terutama saat usianya masih kecil. Kepolosan dan pengetahuan yang masih sangat terbatas yang dimiliki membuat materi sains sederhana yang berkaitan dengan aktivitasnya masing-masing dapat diserap dengan baik dan cepat oleh para anak-anak tersebut. Usia dini banyak disebut oleh para kalangan peneliti menjadi saat yang paling tepat untuk penerimaan anak tersebut akan berbagai informasi yang ditanamkan ke pikirannya. Selain pikiran yang masih segar, era ini menjadi kesempatan emas yang paling baik bagi anak untuk belajar. Usia yang masih sangat dini sering disebut usia emas (golden age) dalam istilah masa hidup manusia.

Maka dari itu usia anak yang masih sangat dini harus benar-benar dikembangkan semaksimal mungkin dan tidak hanya diajak bermain serta bersenang-senang saja. Meskipun tingkah lakunya sering dianggap unik dan lucu, namun pelajaran akan hal-hal baru dalam hidup anak tersebut harus selalu menjadi prioritas untuk disampaikan dan diajarkan secara bertahap.

 

Kesalahan yang Umumnya Terjadi Pada Guru

Seringkali masalah dari tidak mengertinya seorang anak dalam mempelajari akan sains atau ketidaktertarikan anak-anak tersebut untuk mengamati materi pelajaran sederhana yang disampaikan oleh gurunya tidak hanya diakibatkan karena kemalasan anak tersebut saja. Di usia yang masih sangat muda tersebut, anak memiliki rasa tertarik yang besar untuk mengetahui banyak hal yang ditemuinya, dilihatnya, didengar, dicium, atau bahkan dirasakan.

Peran alat perasa sangat mendorong secara besar bagi membuat anak penasaran akan aneka hal dalam hidupnya. Seperti yang banyak dilakukan sebagai metode standarnya, guru tentunya masih banyak mengajar sains ke anak dengan metode bercerita. Namun intensitas dan materi yang disampaikan harus disesuaikan dengan kondisi yang terjadi, supaya anak tersebut tidak membuat anak merasa cepat bosan hingga berakhir pada ketidak fokusan dalam belajar. Maka dari itu metode belajar yang disampaikan perlu untuk dibuat lebih menarik sehingga tidak terjadi dengan begitu monoton.

 

Untuk Membuat Sains Menjadi Menyenangkan

Aneka metode bisa membuat proses belajar sains menjadi lebih menyenangkan. Beberapa diantaranya seperti meningkatkan motivasi dari anak tersebut untuk mempelajari hal baru, meningkatkan rasa ingin tahu anak tersebut serta tak lupa untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreasi bagi si anak. Banyak macam aktivitas juga bisa dipersiapkan untuk metode belajar sains dalam hidup sehari-hari seperti dalam hal kepekaan akan obyek-obyek yang ditemuinya dan berlanjut pada kemampuan anak tersebut untuk mengukur dan menghitung aneka benda, serta tak lupa untuk membandingkan ukuran diantara objek-objek yang ditemuinya.

Meskipun anak usia dini belum dapat berpikir secara lebih mendalam, namun pelatihan untuk anak tersebut dapat berpikir secara logis dan sistematis melalui aneka pengamatan akan objek-objek di sekitarnya memberi peran yang cukup besar dalam proses penyesuaian diri si anak dengan lingkungan sekitarnya. Dan tentu dalam aktivitas hal ini perlu menghitung dan dipersiapkan dengan baik. Proses belajar harus dibuat semenarik mungkin agar meningkatkan rasa ingin tahu dan memicu aktifnya anak tersebut dalam menyelesaikan misinya sesuai dengan urutan aktivitas yang sudah dipersiapkan baginya.

Beberapa hal juga dapat dipertimbangkan untuk membuat kegiatan belajar sains menjadi menarik bagi anak tersebut. Sebagai contohnya, bisa ditambah dengan pemberian hadiah saat masalah dalam aktivitas yang diberi sudah berhasil ditemukan penyelesaiannya. Seperti saat anak tersebut sudah selesai mengurutkan dan mengelompokkan aneka benda yang berbeda sesuai golongannya masing-masing. Umumnya anak akan lebih mudah untuk ribut atau berkelahi dengan sesamanya saat terjadi suatu hal yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Rasa kesal juga sering disampaikan melalui tindakan merebut objek milik sesamanya demi memperoleh perhatian dari segenap masyarakat.

Dan setelah kegiatan itu diselesaikan, lakukanlah suatu review pembahasan secara tanya jawab antara orang dewasa dengan anak-anak tersebut. Pembahasan ini berfungsi untuk mengulang kembali segala hal yang telah dipelajari anak tersebut secara lebih bermanfaat bagi pemahaman anak. Sehingga ia dapat menanyakan apabila ada hal-hal yang kurang dipahaminya atau masih membuatnya bingung saat aktivitas tersebut dikerjakan sebelumnya.

Yang perlu dipahami oleh orang dewasa adalah, kurang pandai kemampuan si anak untuk dapat memahami akan sains tidak berarti kemampuan berpikirnya lemah. Atau bahkan anak tersebut dianggap agak bodoh hingga terbelakang. Namun yang menjadi masalah utama justru terletak pada kurang mampunya guru dalam merangsang rasa ingin tahu dan upaya untuk bisa dengan cepat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam diri si anak. Maka dari itu pertanyaan yang dilontarkan oleh guru untuk dapat memacu daya pikir anak menjadi penting untuk terus dilakukan hingga anak mendapat jawaban dari aktivitas yang dikerjakannya.

Metode belajar yang umumnya lebih cocok dengan karakter anak di usia dini seperti kegiatan yang menantang dan menyenangkan bagi anak tersebut. Dalam kegiatan belajar ini melibatkan unsur bermain, bergerak, menyanyi serta bercakap-cakap, cerita akan topik  yang menarik bagi anak tersebut, bentuk demonstrasi dari suatu hal, serta memberi proyek dalam tugas yang harus dikerjakan oleh anak tersebut. Segala aktivitas yang dilakukan berlandaskan pada pola bermain dalam tugas maupun kegiatan yang diberikan, sehingga hal ini akan terus membuat anak tertarik untuk mempelajarinya. Pelajaran yang dilakukan anak akan lebih membekas di ingatannya secara kuat, dibanding metode belajar yang hanya sebatas visual, lisan maupun dari apa yang ia dengar saja.