Marc Hart

Keberadaan Sains pada Polusi Alami

Jika berbicara mengenai Polusi, maka akan selalu berhubungan dengan berbagai macam unsur-unsur yang ada pada dunia sains. Selain daripada itu, polusi sendiri kalian lebih mengenalnya sebagai pencemaran yang tidak baik atas CO2 yang menyebar di udara dalam jumlah banyak dan berbentuk udara tidak segar. Akan tetapi, dalam hal ini apakah kalian mengetahui lebih jelas apa itu polusi alami ? .. lalu tahu juga tidak kalian, dengan apa saja yang sebenarnya terjadi pada polusi Alami ini ?.. 

Sebelumnya telah ada keluaran terhadap alat pendeteksi pada tingkatan polusi. Yang dimana, dalam hal ini ada banyak sekali organisme hidup yang berada di sekitaran kita dengan cara melakukan pendeteksian polusi pada suatu wilayah yang ada.  

Di sini, ada pula para peneliti yang telah menyebutkan adanya Bioindikator, yakni adanya organisme hidup yang telah memberikan adanya gambaran mengenai kondisi pada kesehatan suatu ekosistem yang ada. Di sini juga ada Bioindikator yang bisa dengan mudah kalian temui dan sebenarnya tanpa sadar malah sudah kalian temui sebelumnya.  

Jika kalian penasaran, langsung saja kalian cek ada 4 Indikator pada polusi Alami yang bisa kalian ketahui pada kehidupan kita sehari-hari ini. Let’s go guys… 

POLUSI ALAMI DI SEKITARAN HIDUP MANUSIA  

Alami = Sains, yang sudah pasti ini akan saling menyangkut satu sama lainnya ya. Langsung saja, cek Bioindikator mana yang lebih sering kalian jumpai sehari-hari.  

1.1 Hewan Katak atau Kodok  

Ada yang bilang ini hewannya sama namun, ada juga yang bilang hewan ini memiliki perbedaan tersendiri. Katak atau Kodok, Katak Dan Kodok, Katak Dengan Kodok, yang mana ini menjadi hewan amfibi sekaligus menjadi Bioindikator. Untuk hewan Katak dan Kodok ini sendiri bisa digunakan dalam mengetahui apakah nanti wilayah tersebut masih dalam kondisi yang baik atau malah tidak. Disini,  pada keberadaan serta jumlah populasi Kodok dan juga katak ini sudah di pengaruhi langsung pada kondisi lingkungan.  

Untuk mengetahui adanya kapasitas Normalnya, dimana untuk tiap 1000 tahun sekali sudah pasti akan ada 1 spesie amfibi dinyatakan punah. Akan tetapi, pada waktu selama 20,000 tahun terakhir dikatakan sudah ada 168 spesies amfibi yang punah dengan cara yang global. Mengenai alasan utamanya mengalami kepunahan pada spesies amfibi ini ialah dengan hilangnya habitat dari tempat tinggal mereka semua yang mana sudah meningkatkan langsung pada hilangnya tingkatan polusi, lalu adanya patogen serta adanya masuk spesies asing lainnya.  

Tahukah kalian, jika sebenarnya Kotok dan Katak ini mudah sekali rentan ?.. pasalnya ini semua di karenakan adanya katak dan juga kodok yang memiliki kulit permeable yang mudah sekali terpapar langsung dengan menyerap adanya zat beracun. Pertumbuhan serta kelangsungan hidup dari keduanya ini sangatlah mencerminkan adanya kondisi lingkungan dari kedua hewan tersebut, terutama lagi si pada kualitas airnya, vegetasinya serta habitat pada pemijahan yang ada. Maka dari itulah, tingkat kepunahan katak dan kodok yang sangatlah tinggi ini sudah mengingatkan langsung ke kita semua akan pentingnya untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitar kita.  

1.2 Tanaman bernama Lumut  

Tanaman yang cepat sekali datang ketika kelembaban suhu pada sekitaran air sedang menaik ini disebut juga sebagai tanaman Lumut. Untuk lumut sendiri, jauh lebih umum untuk di temukan pada bagian batang pohon, serta batuan yang memanglah sudah tersusun dari adanya alga dan juga jamur yang terbilang sangatlah sensitif terhadap racun yang memang berada di udara.  

Lumut sendiri dengan mudah memperoleh adanya Nutrisi melalui jalur udara bersih yang kemudian berkembang menjadi Bioindikator pada kualitas udara yang ada disekitarnya itu. Lumut mendapatkan sebuah reaksi akan perubahan ekologis yang berada di hutan, termasuk lagi pada kualitas udara di hutan serta sangkut pautnya dengan iklim yang ada. Hilangnya lumut sendiri dari adanya lingkungan dalam menunjukkan sebuah stress di lingkungan yang memang sudah di sebabkan langsung dari meningkatnya kadar polutan seperti adanya sulfur dioksida atau SO2, Polutan hingga adanya Nitrogen atau N2.  

Lumut sendiri sering sekali di gunakan untuk bisa memantau adanya kondisi hutan dengan memiliki alasan karena Lumut ini ialah organisme sederhana yang tidaklah memiliki akar serta kulit. Kondisinya sendiri juga sangat baik untuk di tandai dengan keberadaan lumut yang sangat melimpah. Sedangkan itu untuk hutan yang dikatakan rusak ini juga sudah di tandai langsung dengan adanya hilang keberadaan dari lumut tersebut.  

1.3 Biota Laut Bivalvia  

Kita kenalnya dengan nama makanan kerang-kerangan yang mana sering banget sebagai salah satu indikator pada pencemaran pesisir laut. Halnya sendiri juga sudah di sebabkan langsung dari kehidupan Bivalvia berhubungan langsung dengan adanya sedimen dan inilah yang mampu untuk melakukan penyaringan bahan makanan dengan kemampuan untuk bisa menimbulkan bahan pencemar di dalam tubuhnya itu.  

Bivalvia ini juga telah di teliti dalam memantau pada tingkat pencemaran dari berbagai macam polutan yang berada di laut. Polutan ini sendiri ialah Radionuklida buatan, Hidrokarbon Terklorinasi serta adanya Logam. Di Indonesia Bivalvia yang sangat terkenal ialah Kerang Hijau. Kerang ini juga bisa untuk di gunakan dalam menjernihkan adanya air laut dan juga hal ini bisa dilakukan karena kerang ini adalah filter alami dalam memperbaiki kualitas air laut.  

Kemampuan untuk filter ini sendiri dan juga kemampuan dari mengumpulkan adanya polutan pada tubuh kerang yang di bagian lunak kerang ini sudah sering sekali terkontaminasi dari adanya polutan logam berat. Maka dari itu sebelumnya kalian mengkonsumsi adanya kerang kalian bisa memperhatikan lagi dari mana sebenarnya kerang itu di peroleh. Kalian bisa menghindari adanya konsumsi kerang yang langsungberasalkan dari perairan yang sudah lama tercemar.  

 1.4 Hewan Cacing Tanah  

Untuk hewan yang satu ini ialah Cacing Tanah yang dimana organisme penting yang ada pada sistem tanah, karena memiliki sebuah efek yang sudah menguntungkan bagi kesuburan tanah. Lalu Cacing Tanah sendiri bisa untuk membantu pada peningkatan kesuburan tanah dengan cara membentuk sebuah lapisan dengan bahan organik yang berada di tanah lapisan atas. Karena memiliki fungsi ili sendirilah, Cacing tanah juga dikenal langsung sebagai salah satu Bioindikator yang sangatlah baik untuk bisa mendeteksi adanya polusi tanah.  

Dilansir dari kumparan.com tertulis adanya pengamatan yang telah dilakukan di Bavaria kurang lebih sampai 20 tahun lamanya. Disini juga bisa menunjukkan adanya peningkatan jumlah Cacing tanahini sangat signifikan pada tanah yang masihlah subur.  

Dari sini terdapat juga peningkatan populasi yang di sebabkan langsung pada tanah yang masih subur. Adanya peningkatan pda populasi cacing tanah ini sendiri diakibatkan langsung dari adanya aktivitas pada manajemen pengelolaan tanah yang sangatlah baik. Intinya yang bisa kalian semua ketahui ialah adanya organisme yang memang tepat untuk bisa mengevaluasi dampak dari aktivitas manusia terhadap tanah.  

Peran Dasar Ilmu Sains bagi Kehidupan Sehari-hari

Ilmu pengetahuan alam atau sains selalu memiliki penerapan konsep bagi kehidupan sehari-hari. dalam pelajaran sains Ini sebenarnya sudah banyak orang-orang yang ketika selesai mempelajari suatu hal yakni berupa teori maupun konsep ilmu yang diperolehnya itu hanya sekedar lewat di pandangan saja dan belum tentu peranannya langsung dijalankan pada kehidupan sehari-hari.padahal kalau kita melihat langsung adanya pemahaman dari penerapan konsep ini maka kita bisa langsung menyelesaikan adanya masalah yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. hal ini memang sudah disebabkan langsung ketika kalian semua belajar tidak melakukan sebuah usaha dalam memahami konsep namun lebih banyak menganggap bahwa itu hanyalah faktor sebagai salah satu pengetahuan saja jadi sifatnya berupa bentukan hafalan dan tidak untuk diterapkan secara langsung. namun dengan pikiran seperti ini malah membuat kalian jauh lebih cepat untuk lupa sehingga pelajaran yang sudah kalian pelajari ini akan lewat konsep-konsepnya pada penerapan kehidupan sehari-hari. 

Ilmu sains ini memang sangat dekat pada kehidupan manusia maka dari itu, lebih baiknya lagi kalian harus mencari tahu dari segala jenis manfaat pada konsep yang kalian sudah pelajari demi terselesaikannya masalah pada kehidupan sehari-hari. Dengan seperti ini seseorang nantinya bisa dikatakan cerdas jika mampu untuk menyelesaikan adanya masalah yang sering dijumpai nya dalam waktu yang singkat dan tidak hanya sekedar untuk memperlihatkan pendapatan nilai yang bagus saat ujian nanti. pada artikel yang satu ini kita akan memberikan beberapa contoh penerapan dari konsep ilmu pengetahuan alam atau sains yang sudah kalian pelajari di sekolah dan sebenarnya ada pada kehidupan sehari-hari. Lebih lengkapnya kalian langsung cek artikelnya yang ada di bawah ini. 

PENERAPAN KONSEP SAINS PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI 

penerapan konsep ini bisa saja kalian temui saat kalian berada di dalam rumah maupun sedang berada di luar rumah. entah itu Kalian sedang melakukan aktivitas yang berat ataupun aktivitas yang ringan semua penerapan konsep yang ada pada pengetahuan alam atau sains ini tanpa sadar sudah kalian lakukan dengan sendirinya. 

# Melakukan Pembelian Es Dawet 

Contoh pertama yang mungkin sering kalian lakukan namun kalian tidak mengetahui bahwa ini adalah salah satu penerapan dari konsep sains. Dimana ketika Kalian sedang membeli es dawet yakni minuman yang terdiri dari cendol, air gula merah beserta santan, ini menggunakan adanya konsep pada sains. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? jika kalian mengingat pelajaran waktu kalian sekolah entah SMP ataupun SMA maka kalian akan mengenal adanya massa jenis yang bisa kalian prediksi apakah nantinya es dawet yang disajikan ini sudah manis atau belum. hal ini sudah terlihat langsung jika nantinya cendol pada gelas ataupun pada plastik sudah terapung dan didalam Dawet yang dihidangkan berarti secara otomatis sudahlah manis. hal ini dikarenakan adanya massa jenis pada cendol sudah menjadi lebih kecil daripada buah manisnya yang terdiri dari air gula merah plus santan nya. namun jika cendol nya itu masih tenggelam yakni ada di dasar plastik atau ada di dasar gelas maka Dawet yang ada pada gelas atau plastik tersebut belumlah manis. Dari sinilah kalian melakukan adanya komunikasi kembali ke ke si penjual untuk menambahkan massa jenis air gula ke dalam gelas tersebut. 

# Mengenal Proses Pengawetan Bahan Pangan 

Selanjutnya mengenai proses pengawetan yang terjadi pada bahan pangan. Dalam hal ini ada beberapa teknik pada pengawetan makanan yang memang biasanya sudah digunakan oleh eh manusia. dimana pengawetan yang sudah terkenal ini berupa dalam bentuk pengasinan, pemanisan, letak adanya pengeringan. dari sinilah konsep yang digunakan menjadi konsep pada tekanan osmotik sel yang terjadi akibat bakteri yang ada di dalam bahan pangan tersebut. dengan kalian melakukan adanya pengasinan beserta pemanisan maka yang ditimbulkan adalah perbedaan pada tekanan osmotik larutan garam maupun larutan gula pada sel-sel dari bakteri makanan tersebut. pada konsep tekanan osmotik ini nantinya akan terjadi sebuah pertukaran pelarut dari tempat yang lebih encer lagi ketempat yang lebih pekat yakni lewat dari membran semipermiabel. dengan begitu air pada sel bakteri akan keluar akibat dari sel yang menjadi dehidrasi maupun bakteri yang tidak akan tumbuh dengan baik.nah dari sinilah makanan kali ya nantinya akan menjadi lebih awet dan juga tidak akan mudah busuk jika ditaruh dalam jangka waktu yang cukup lama. 

# Memadamkan Api Ketika Kebakaran  

Selanjutnya penerapan yang lainnya ada ketika Kalian sedang memadamkan api. untuk kalian yang memadamkan api saat terjadinya kebakaran maka saran yang pertama kalian lakukan adalah penggunaan karung basah ataupun adanya tabung dari pemadam kebakaran. namun mengenai tabung dari pemadam kebakaran itu hanya sebagian saja yang memiliki di tiap rumah masing-masing. Hal ini akan langsung terkait pada konsep kebakaran yang di mana suatu benda yang nantinya terbakar harus memenuhi tiga syarat. Gimana syaratnya itu adalah benda yang mudah terbakar, memiliki adanya oksigen yang berlebih, dan langsung mencapai puncak pada titik nyalanya. jika kalian ingin mencegah terjadinya kebakaran ini maka, kalian harus bisa menghilangkan salah satu dari syarat tersebut. akan tetapi jika nantinya kebakaran sudah terlanjur terjadi maka yang paling mudah adalah kalian harus mematikan dan suplai oksigen yang sedang meliputi adanya api dengan menggunakan bantuan karung yang sudah basah. 

Selanjutnya akan langsung dikerjakan kembali oleh petugas pemadam kebakaran yang menggunakan semprotan air yang memiliki gaya tekanan lebih tinggi untuk menurunkan adanya. Nyala dari benda yang terbakar di awal. Cara kerja dari fire extinguisher ialah dengan menyemprotkan adanya gas karbondioksida atau CO2 untuk menghalangi adanya suplai oksigen pada api yang saat itu sudah menyala ke berbagai tempat. Bila kalian pahami mengenai konsep yang satu ini maka kalian bisa dengan mudah untuk menyelesaikan masalah pada kebakaran tersebut. intinya seperti pelajaran pada sain kalian harus mencari titik tumpu dari permasalahan tersebut dan janganlah berusaha untuk panik. namun jika terjadinya kebakaran ini disebabkan kemunculan di tangki minyak maka jangan menggunakan air karena nantinya saat suhu panas yang dihasilkan pada tangki minyak bisa membuat air terurai menjadi oksigen dan juga hidrogen yang memiliki peran sebagai salah satu bahan bakar akibat api yang menyala semakin bertambah besar. 

# Peralatan Rumah Ibu  

selanjutnya masuk ke peralatan rumah ibu yang biasanya seringkali ketahuilah peralatan masak ibu yang ada di dapur. Jika kalian ketahui sehari-hari ada juga pada pelajaran sains mengenai elektromagnetik dimana itu terjadi di dapur magnetik yang dimasukkan adalah pada tempelan-tempelan yang terjadi di di bagian depan pintu kulkas. di mana banyak sekali souvenir yang biasanya memiliki elektromagnetik dibelakangnya yang bisa menempel langsung pada bagian dari depan pintu kulkas tersebut. selain dari pada itu ada juga peralatan masak ibu yang menggunakan tangkai dari bahan yang tidak menghantarkan panas maka nantinya akan dipilih kayu dan juga plastik dikarenakan kedua bahan ini tidak menghantarkan panas. Hal ini bisa menjadi nyaman menggunakan peralatan tersebut ketika memasak. misalnya saja saat menggoreng ketika kalian menggunakan spatula besi dan tidak sengaja kali antara pada pen yang sedang menyala di atas kompor maka akan terlihat panas gagangnya namun ketika kalian yang menggunakan tangkai atau berbahan dasar kayu maka itu tidak akan menghantarkan panas sama sekali.